“Iya juga sih ya. Di video akad nikah mukanya Raka juga kayak asem kayak begitu, terus difoto-fotonya juga senyumnya kayak senyum kepaksa, seperti di bawah todongan pistol di keningnya. Jadi benar-benar enggak wajarlah senyumnya Raka. Walau senyumnya Octa sih ya wajar saja. Wajah sangat bahagia di moment penting hidupnya.” “Nah itu makanya aku pengen banget lihat gestur tubuh mereka berdua.” Andai Ina dan Anka tahu sejak kejadian Octa memperlihatkan surat pernyataan yang Raka buat untuk pertemuan dengan Ina, Raka sama sekali tidak pernah tidur di apartemen Octa lagi, mereka sudah pisah rumah. Bukan hanya sekadar pisah ranjang. Jam pulang kantor Raka akan pulang ke rumah ibunya, habis itu dia akan pulang, pamitnya pada mamanya dia pulang ke apartemen Octa, padahal dia kembali ke kantor

