“Sayang, dengerin Mas dulu deh, dengerin Mas dulu, please,” bujuk Anka pelan. Dia tahu Ina sudah sangat salah paham. “Mas enggak pernah merendahkan kamu. Mas cuma ingin kamu merasakan besarnya idul Fitri. Mas cuma ingin kamu nggak terbebani sama Alle, sehingga tetap bisa beribadah. Cuma itu saja.” “Mas nggak ada niatan lain. Maksud Mas, biar Mas mengalah yang tidak shalat. Kamu berangkat. Bukan merendahkan kamu, enggak Sayang,” bujuk Anka. “Allah juga tahu kok aku nggak shalat Ied kenapa. Bukan karena aku sengaja tidak mau melakukannya, tapi aku punya kewajiban terhadap anak aku. Aku sudah terbiasa menganggap Alle itu anak aku. Aku sudah terbiasa dengan Alle,” teriak Ina amarahnya sudah meledak. “Mas pikir aku nggak merasakan apa-apa saat Alle sakit? Mas pikir aku nggak punya hak un

