“Kamu tahu bagaimana Mas benci sama Alle dan kamu yang menyadarkan Mas.” “Kamu yang menemukan cinta Alle lebih dulu, karena cinta itu sudah ada di dalam hatimu lebih dulu daripada Mas yang ayah kandungnya, Ayah biologisnya.” “Kamu bukan asisten rumah tangga Mas, kamu bukan baby sitternya Alle.” “Kamu yang urus dia dari dia lahir sampai saat ini. Kamu yang memberi dia kehidupan. Kamu yang mendekapnya dengan erat, kamu yang mendekapnya dengan hangat.” “Kamu adalah ibu yang bangun tengah malam saat dia demam walau kamu jauh, tapi kamu tetap merasakan sakit yang Alle rasakan.” “Kamu ibu yang menenangkan saat dia rewel.” “Kurang apa penghargaan Alle dan Mas buat kamu?” “Kamu segalanya buat kami.” Anka menarik napas, ia melepas genggaman tangannya dan beralih mengusap lembut pipi Ina.

