Terdengar suara mobil Arthur datang, hingga semua yang ada di dalam rumah yang awalnya tengah bersitegang seketika menghela napas. Sementara air mata Bu Diah tak berhenti mengalir saat calon menantunya itu datang untuk menjemput putri sulungnya. "Mas Arthur, setelah aku pikir-pikir, aku mau menerima saran ibunya Mas Arthur untuk melaksanakan pernikahan kita di Jakarta," ucap Wilda. "Alhamdulillah kalau begitu, Ibu pasti senang mendengarnya," sahut Arthur. "Wilda, tolong jangan pergi." Air mata Bu Diah terus mengalir saat putri sulungnya itu hendak pergi. "Ibu, Bapak, Kakek dan Nenek juga adik-adik Wilda, nanti satu hari sebelum hari pernikahan kami, saya akan mengirim travel untuk menjemput kalian," ucap Arthur. "Maaf Nak Arthur, tapi nenek sering mabuk perjalanan, nenek tak mau merep

