Ana Berubah

1334 Kata
"ahaaaa, gue tau." Ana bangkit dari tempat tidurnya, masuk ke ruangan walk-in closet miliknya. ana menyusuri ruangan itu, sesekali dia melirik pakaian yang dimiliki Ana yang asli. Mukanya meringis melihat semua model pakaian yang tidak ada satupun yang sesuai dengan koleksi miliknya. "ckk loh sebenarnya gadis pengusaha atau penari hiburan sih Na. semua pakain yang lo punya ngeri-ngeri eiii." tangan lentiknya menuju ke meja kaca besar yang ada di tengah ruangan itu, membuka satu per satu laci yang ada di sana. "semua hiasan yang lo punya juga gak ada yang sesuai selera gua, terlalu ngejreng berkilau emas. gue lebih suka berlian." monolog Ana untuk yang kesekian kalinya. "kayaknya gue tau apa yang harus gue lakuin sekarang, oke Ana come on. mari kita buat orang-orang itu terpanah dengan penampilan baru kita." Ana tersenyum devil, senyum tipis manis khas Viona yang malah berubah menjadi senyum mengerikan ketika dimuka Ana. "First kita akan menghubungi si nyai ronggeng Armala terlebih dahulu. dia harus ikut bertanggung jawab sama keadaan sang putri cantik ini." Ana mengeluarkan handphone miliknya, mengetik kan beberapa angka dan menekan tanda panggil. "Hallo." terdengar suara lembut wanita dari seberang sana. awalnya Ana tertegun, perasaannya berkecamuk setelah mendengar suara merdu gadis diseberang sana. "Hallo, siapa yah? salah sambung yah. gue mat.." "Jangan," Ana berteriak, yang sukses membuat Mala diseberang sana kaget, "Ini gue Viona." lanjutnya lagi. "Lo bercanda!" terdengar suara bergetar milik Mala di sana, dapat Ana tebak bahwa sahabatnya itu sedang menahan amarah. "Gue bakalan jelasin," Ana menjelaskan semuanya dari awal hingga akhir, pada awalnya mala tidak percaya. namun setelah beberapa hal yang tidak diketahui orang lain kecuali Viona tentang Mala disebutkan oleh Ana akhirnya Mala percaya. "jadi sekarang lo di Rusia?" tanya Mala menggebu-gebu. "heheh iya, dan sekarang gue butuh bantuan lo?" Ana terkekeh mendengar perubahan suara sahabatnya itu. "Gue Otw sekarang." tut...tut...tut Ana belum sempat membalas ucapan sahabatnya itu, tapi telponnya sudah dimatikan secara sepihak oleh sahabatnya itu. Ana kembali tersenyum tipis, dengan santai dia bergerak keluar kamar dan menuruni tangga, tangannya masih mengotak-atik ponselnya dan mengirimkan pesan kepada Mala alamatnya. ~~~~~~~~~~~~~~~~~ setelah mendapat telpon dari nomor tidak dikenal dari orang yang mengaku-ngaku adalah Viona, Mala cukup kaget. Tampa berfikir panjang Mala mengambil kunci mobilnya, menuruni tangga dengan tergesa-gesa, "Ma, Mala ke rumah sakit jenguk Viona dulu, terus mau ke Rusia ada urusan." Mala mencium pipi mamanya, ketika berpapasan di ruang tamu. "ehh, ngapain ke Rusia? jangan aneh-aneh Mala." peringatan Florence kepada anak gadisnya itu, hanya dianggap angin lewat. Florence menggeleng, ada apa dengan putrinya dan biasanya putri bungsunya itu hanya akan sepanik ini jika itu bersangkutan dengan sahabat nya Viona. "ehh," Florence tertegun sesaat, dia tersadar. dia berjalan dengan tergesa-gesa, "Mala, Mala tunggu." Florence berteriak-teriak memanggil Mala. "iya ma," Mala berhenti sesaat sebelum memasuki mobil, "ada apa?" tanya mala melirik kearah mamanya. "Vi.. Vio, Viona gak apa-apa kan." suara Florence terbata-bata, napasnya sedikit ngos-ngosan karena mengejar Mala. jarak antara pintu utama mension dan ruang tamu cukup jauh, apa lagi ini Florence mengejar Mala sampai ke area parkir. "enggak, Vio baik-baik aja. Mala cuman ada urusan sebentar di Rusia. Mala pamit I Love You ma." mala berbalik mencium pipi Florence, kemudian memasuki mobilnya. "I love you too honey, berhati-hati lah sayang," "good bye ma," mobil Mala meninggalkan perkarangan Mension keluarga Armata. selepas dari rumah sakit dan memastikan Viona aman di sana, Mala bergegas menuju ke bandara. memesan tiket dan melakukan perjalanan selama +-31 jam ke Rusia. ~~~~~~~~~~~~ Dan disinilah Armala sekarang, setelah perjalanan panjang yang dia tempuh. Sekarang dia bisa berhadapan langsung dengan Ana. bercerita panjang lebar tentang tubuh Viona yang koma, keluarga Slavia yang sedang berada di Indonesia tidak terkecuali dan Alden yang selalu menangis di sebelah brangkar Viona. "Jadi, apa rencana lo selanjutnya?" tanya Mala, setelah mereka bercerita ngawur ngidul kesana kesini. "yang pertama, gue gak tau berapa lama gue di tubuh Ana ini. jadi, gue bakalan buat tubuh ini layaknya milik gue." Mala yang mendengar kan pun mengangguk paham. "kalo itu gue setuju sih, apalagi dari cerita lo ini anak dulunya antos gitu kan?" ujar Mala menanggapi Ana. "nahh itu tu, bahkan sosial media pun dia kagak punya anjir. gila kan yah, padahal dia pemilik butik dengan brand ternama loh." Ana nampak kesal memikirkan Ana yang dulu sangat tertutup dari dunia luar. "Pantesan aja kita gak tau siapa pemilik brand CRyS. orangnya aneh gini." Mala melirik Ana dari atas sampai bawah, "tapi wajahnya gak kalah cantik sih sama muka Vio, tapi bodynya anjirr goals banget duhhh jadi kesemsem deh." Ana bergidik ngeri melihat tatapan Mala seperti om-om hidung belang. bughhh... satu gaplokan dari bantal kursi berhasil mengenai muka Mala, "ekspresi lo gila, jadi takut gue." Mala tertawa terbahak-bahak melihat Ana yang menampakkan ekspresi muka takutnya. Ana meminta Mala untuk membuka pelelangan dadakan, pasalnya semua barang Ana yang tidak Ana inginkan akan mereka lelang. lebih dari setengah barang yang mereka lelang dan itu rata-rata pakaian, tas, dan perhiasan yang berupa emas. untuk sepatu dan jam tangan Ana tidak melelangnya, karena itu masih bisa diselamatkan menurut Ana. Lebih kurang dua Minggu Ana dan Mala melakukan aktifitas tampa henti. dihari pertama sampai ke empat Ana melelang semua bajunya, dihari kelima-ketujuh perhiasan emas dan dihari kedelapan sampai hari ke sepuluh barang-barang lainnya. Setelah pelelangan itu selesai, Ana dan Mala menghabiskan waktu mereka untuk kembali mengisi Walk-in closed Ana dengan barang yang menjadi style Viona dahulu. mereka menghabiskan waktu cukup lama untuk memuaskan hasrat berbelanja mereka, bahkan mereka sampai pergi ke jepang hanya untuk menghadiri launching kaca mata brand terbaru. Terkesan berlebihan memang, tapi di raga Ana yang sekarang ada Viona. seorang gadis dengan otoriter tinggi, bertahun-tahun hidup menjadi putri bangsawan membuat Ana tidak suka hal-hal yang bertolakbelakang dengan keinginannya, semua harus sesuai dengan kemauannya, harus!. "duhh capek banget." Mala menghempaskan tubuhnya ke tempat tidur Ana, matanya terpejam tetapi otaknya masih berfikir, "lo yakin gak mau beli Mension aja Na, yah kalo lo ngerasa lo gak sanggup beli. gue masih sanggup beli buat lo." tawar Mala. "lo kira gue miskin?" mata Ana mengernyit, melirik Mala yang masih setia memejamkan matanya. "gue gak mau beli mension Mal, lo setelah ini harus balik ke Australia kan. liburan musim panas akan segera berakhir, lo juga gak ngambil cuti kan, gak mungkin lo nemenin gue mulu." Ana bicara dengan tangan yang masih mengotak-atik ponselnya. "Dan gue sendiri gak punya siapa-siapa disini? jadi buat apa gue capek-capek kerja, buat bayar maid nantinya. mending gaji bi mona gua naikin, beres." lanjutnya lagi sembari meletakkan ponselnya di tripod dan mengaturnya di depan lighting. "Tapi lo bilang Apart ini punya Hendry? lo mau numpang berapa lama ditempat orang nona Slavia." ucap Mala santai, dia berjalan kearah cermin besar didekat pintu kamar. merapikan pakaiannya dan kembali memoles kan make-up tipis agar sempurna. "it's okey lah Mal. hitung-hitung dia bayar hutang atas waktu berharga yang Ana buang dulunya hahah." Ana tertawa kencang, memposisikan dirinya didepan ponselnya, mencari aplikasi trend anak muda zaman sekarang tok-tok dan membukanya. Ana menarik mala kesebelahnya dan mencari sound yang berjudul low_ Shawty had them apple bottom jeans (jeans) Boots with the fur (with the fur) The whole club was looking at her She hit the floor (she hit the floor) Next thing you know Shawty got low, low, low, low, low, low, low, low Them baggy sweat pants And the Reebok's with the straps (with the straps) She turned around and gave that big booty a smack (hey) She hit the floor (she hit the floor) Next thing you know Shawty got low, low, low, low, low, low, low, low Ana dan Mala melakukan gerakan dengan sempurna, menyelesaikan tarian dan memposting nya. Ana juga membuat akun InstaRam dan tele, tidak lupa Ana memasukkan prosesi dengan tag kerja serabutan. memasukkan beberapa fotonya dan Mala ketika berkeliling negara memenuhi hasrat shopping mereka. untuk membuat kenangan di akun Viona terselip di sana Ana sengaja membuat bio dengan tag akun VionaZ.Slavia dan Armala Syakila A. it's my mine. yang mana hal itu membuat akun Ana menjadi trending topik di InstaRam dan tok-tok, kebanjiran fans mendadak. Ana tersenyum tipis , "See gue membuat trobosan bukan." -continue-
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN