Henry Dexter

1055 Kata
Di salah satu ruangan besar di lantai atas gedung cabang perusahaan D'Crop Rusia terlihat seorang pria sedang mengetuk-ngetuk meja kerjanya. pakaian yang rapi, wajahnya yang memiliki brewok tipis dengan rahang tegas, serta style rambut ikal yang dipotong pendek samping, membuatnya semakin terlihat tampan sempurna. Pria itu adalah Henry Dexter, selama beberapa bulan ini dia berada di USA. dia baru saja kembali kemarin malam, awalnya dia ingin kembali apartemen Ana. tapi niatnya dia urungkan setelah melihat ada gadis lain dikamar Ana. pikiran Henry berkecamuk. sejak kapan ana memiliki teman, dan sejak kapan kamar yang selama ini berwarna hitam putih elegan menjadi serba biru bermotif kan kartun Doraemon. Henry turun kembali ke lantai bawah, mencari Mona untuk mendapatkan penjelasan tentang perubahan gadis itu. "bi." Henry membuka suara, setelah melihat siluet Mona ada di dapur mini apartemen itu. "ehh, Den Henry. baru sampai? mau bibi buatkan kopi?" tawar mona pada Henry. "boleh. itu siapa gadis yang menemani Ana di atas?" Henry menuangkan air putih ke gelas, dan meminum nya. "oh non Mala, katanya sih teman nona Ana dari Indonesia den." mona menjawab pertanyaan Henry, kemudian menyerahkan kopi yang baru saja dibuatnya. "Indonesian? sejak kapan gadis itu punya teman? apalagi dari Indonesia ." raut muka Henry nampak berfikir dengan keras. sepertinya setelah ini dia harus mencecar sepupu gadis itu dengan beberapa pertanyaan. "Entahlah den, dengar-dengar non Mala juga sedang study S2 di Australia. dan itu den, ehh kemarin non Ana menjual semua barang-barangnya dan setelah itu non Ana pergi dengan non Mala ke USA, Jepang, Australia, dan negara mana lagi yah." mona nampak berfikir, "duhh bibi lupa den." lanjut Mona dengan raut wajah menyesal. Henry Jelas terkejut, Ana mengganti semua barang-barangnya. bahkan bentuk apartemen ini pun jika dia lihat-lihat lagi semua telah berubah menjadi nuansa biru Doraemon, terutama kamar dan dapur. Setelah berbincang cukup banyak dengan Mona, Henry pamit pergi dari sana dan disinilah dia berada sekarang ruang kerja kantornya. Dia cukup penasaran dengan perubahan Ana, Mona orang kepercayaannya pun mengatakan bahwa setelah keributan yang di buat Ana tempo hari kala Henry memutuskan pergi ke USE bersama Vironica, sekretarisnya yang dicemburui oleh Ana, gadis itu mulai berubah sangat banyak. Sebenarnya Henry cukup kagum dengan perasaan Ana, Ana mencintainya dengan tulus selama ini, dia tau itu. dan begitu pun dirinya, hanya saja Ana terlalu terobsesi kepadanya, itu yang membuat Henry takut. Henry takut obsesi yang dimiliki Ana untuk dirinya, nanti mencelakai diri Ana sendiri. Henry bukan orang sembarangan, keluarganya tidak akan pernah setuju dengan hubungan mereka. keluarga Ana memang juga keluarga pengusaha, tapi Henry tahu betul sifat terjang perusahaan keluarga Ana sedikit pun tidak sebanding dengan keluarga nya. Henry cukup menjaga gadisnya melalui orang-orang disekitar gadis itu sendiri, seperti Ethan sang sepupu Ana dan Mona pembantu lama di rumah Ana yang dulu. dia tidak ingin menyakiti gadis itu, dengan meletakkan Ana disisinya. Selama ini Henry bukannya tidak menyadari jika dia terus diawasi oleh ayahnya Alan Dexter. bahkan beberapa anak buah ayahnya dengan diam-diam masuk ke daerah kekuasaan Henry, tapi untuk sekarang ini Henry belum bisa berbuat apa-apa. kekuatan nya belum sebanding dengan sang ayah, dia hanya bisa diam dan juga mengawasi pergerakan sang ayah dengan diam-diam. Mengenai Ana, selama Henry tidak menunjukkan kepedulian secara langsung kepada gadis itu. maka Ana akan aman, meski Ana berada di dalam lingkungan yang sama dengan Henry. Tapi sepertinya untuk kali ini Henry harus mengambil resiko, Ana berubah itu membuat nya takut, bahkan melebihi rasa takutnya melawan sang ayah. Henry takut perubahan Ana juga membuat perasaan Ana kepadanya berubah. tok... tok... tok... terlihat Doni membuka pintu kerja Henry. Doni adalah asisten sekaligus tangan kanan Henry, hampir semua pekerjaan di handle oleh Doni termasuk mengawasi Ana. "sepertinya banyak yang kamu lewatkan tentang dia akhir-akhir ini Don, benar." Henry bicara tampa melihat ke arah pintu, Doni menegang ditempat. aura Henry sangat mendominasi, hingga Doni terlihat terintimidasi. Sebenarnya Doni tidak melewatkan satu pun gerak-gerik gadis bosnya itu, hanya saja Doni belum sempat menyampaikan informasi itu karena akhir-akhir ini dia cukup sibuk dengan pekerjaan proyek baru yang mereka garap. "Jadi, apa saja yang dilakukan gadis itu selama saya ada di USA." Henry menatap manik mata Doni, meminta laki-laki dihadapannya itu segera membuka suara dan memberikan laporan sesuai dengan keinginannya. "Setelah tuan pergi, Nona Ana tidak terlihat keluar apartemen sekali pun selama dua bulan, satu bulan yang lalu nona membuka pelelangan besar-besaran bersama Nona muda keluarga ARMATA, nona Armala Syakila. sepertinya barang-barang yang mereka lelang adalah barang pribadi nona Ana," Doni tampak menunjukkan salah satu Vidio yang diambilnya ketika pelelangan tersebut berlangsung. "Lalu setelah pelelangan itu selesai, Nona Ana pergi berlibur ke beberapa negara di Asia tuan, dan juga beberapa negara di eropa dan Afrika. sepertinya nona muda mencari barang yang diinginkannya atau lebih tepatnya berbelanja." Henry mengernyit, ternyata yang dibicarakan Mona tentang jalan-jalan itu hanya untuk shopping, kenyataan yang diluar dugaan Henry tentunya. "berapa pengeluarannya?" pertanyaan itu timbul di benak Henry, keliling tiga benua bukan biaya sedikit. untuk Mala okelah, keluarga nya termasuk keluarga konglomerat mancanegara. bahkan dia menjadi salah satu kandidat calon tunangan adiknya Keegan Dexter. Tapi Ana, mustahil Ana hanya mengandalkan uang hasil lelang itu saja pikirnya, "Nona, tidak menggunakan kartu limit dari anda tuan. jadi kami tidak mengetahui pastinya, tapi kami hanya memperkirakan dari semua barang yang nona beli." jawab Doni sembari memberikan data-data perkiraan belanjaan Ana. "berapa perkiraan totalnya?" tanya Henry menuntut. "kami telah memperkirakan lebih kurang sekitar lima ratus miliar tuan, dan yah yang menjadi perbincangan hangat tentang Nona adalah Nona Ana membuat akun media sosial tele dan insta, serta tok-tok. nona ana menjadi pemberitaan hangat di beberapa negara seperti Australia dan Indonesia karena nona menandai nona muda SLAVIA dan nona muda ARMATA." jalas doni lagi yang sukses membuat Henry membelalakkan mata atas kemajuan gadisnya. "dan yang terakhir butik nona muda melebarkan ke beberapa negara seperti bla bla bla." doni menjelaskan setiap perincian tentang perkembangan butik Ana yang cukup melesat dengan cepat. Henry tidak tahu harus marah atau malah senang, gadisnya kembali ke tujuan awalnya itu intinya adalah gadisnya sudah melupakan obsesi nya tentang dia, itu membuatnya geram dan marah. tapi di satu sisi, dia cukup senang melihat Ana yang memiliki teman seperti nona muda Slavia dan Armata itu artinya ana semakin meninggikan pergaulannya dan itu sedikit mempermudah jalan nya untuk memiliki Ana seutuhnya. "Hufttr," Doni menghembuskan napas lelah setelah memberikan laporan tentang gadis bosnya itu, "Rasa gugupnya melebihi menghandle proyek Triliunan, astaga." -continue-
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN