Terpaksa Bertahan

1208 Kata

42 Sepasang mata beriris hitam memandangi seorang pria yang tengah duduk di kursi sudut kanan. Pemilik netra itu mengulaskan senyuman ketika menghampiri pria yang langsung berdiri dan menyambutnya dengan senyuman. Keduanya saling beradu pandang selama beberapa saat, sebelum pria itu mempersilakan tamunya untuk duduk di kursi seberang. "Apa kabar, Di?" tanya Hadrian. "Lumayan baik. Kalau Mas?" Diandra balik bertanya. "Seperti biasa. Mumet." Hadrian memberikan tanda pada pelayan restoran yang segera mendekat. "Kamu mau pesan apa?" tanyanya pada gadis yang tengah merapikan rambut dengan jemari. "Teh chamomile dan ... tiramisu aja." "Nggak pesan makanan berat?" "Pas Mas nelepon itu kebetulan aku sedang makan." Hadrian mengangguk paham, kemudian menyebutkan pesanan mereka. Setela

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN