43 Sepeninggal Raid, Hadrian memasuki ruangan di hadapan. Dia membiarkan Ivana mengekor, kemudian segera membongkar tas travelnya dan mengambil pakaian ganti serta perlengkapan mandi. "Kamu, mending tidur deh, Na," ucapnya sembari memasang ritsleting tas. "Ngusir?" "Nggak, cuma nyuruh kamu pergi." "Aku nggak akan pergi kalau pembicaraan kita belum tuntas." "Apalagi yang mau diomongin?" "Kamu marah sama aku? Ya kan?" Hadrian mendengkus dan mengalihkan pandangan ke arah lain. Pria itu sebenarnya enggan untuk mengakuinya, tetapi dia sangat paham dengan sifat Ivana yang tidak akan berhenti bertanya sebelum mendapatkan penjelasan. "Bukan, marah. Cuma ... aku kecewa karena ternyata kamu masih mencintainya," ungkap Hadrian. "Nggak perlu bohong, semuanya terlihat dari sinar mata k

