39 "Ngapain dia ngajak Akang join perusahaan baru?" tanya Hadrian. Pria bermata besar itu tidak bisa menutupi rasa ketidaksukaan pada Zayan. "Entahlah, mungkin dia mau mengambil hati keluarga lagi," jawab Dzaki. "Tenang, Ian, akang nggak tergoda sedikit pun. Walaupun kata dia itu perusahaan akan diwariskan pada Kaivan," sambungnya. "Dia ada ngomong soal itu ke kamu?" Hadrian mengarahkan pandangan pada Ivana yang seketika menggeleng. "Aku nggak tau, Ian. Justru ini baru dengar," jawab Ivana. "Jangan-jangan ini cuma akal-akalan dia doang agar bisa ngedeketin kamu." "Jangan ngomong provokasi gitu, di sini ada anaknya!" Ivana memandangi Hadrian dan Dzaki bergantian, kemudian melanjutkan ucapannya. "Aku tau kalian nggak suka dengan dia, tapi tolong, jangan menjelek-jelekannya di depa

