Naya hendak bangkit dari tempat tidur dan kabur, tapi Nathan menghadang langkah gadis itu. "Lo mau ke mana? Dokter bilang lo perlu benyak istirahat," ucap Nathan. "Pergi! Jangan mendekat! Kenapa lo masih belum bebasin gue dan tidak membiarkan gue hidup tenang!" teriak Naya. Suaranya terdengar sangat keras sehingga mengundang Mama Naura dan Papa Aril ke kamar. Mama Naura duduk di sebelah Naya dan memeluk gadis itu erat sambil menepuk-nepuk punggungnya pelan, berusaha menenangkan menantunya itu. "Kamu apain Naya?" tanya Papa Aril. "Nathan nggak ngapa-ngapain, Pah." "Tenang, Sayang. Mama di sini. Nggak ada siapa-siapa yang bakal berani nyakitin kamu," tutur Mama Naura lembut. Beberapa saat kemudian tangis Naya mulai mereda. Papa Aril mengambil duduk di sebelah gadis itu. "Papa ingin

