Bab 22

1500 Kata

Naya sampai lupa waktu karena terlalu merasa gembira. Setelah bertemu dengan abangnya dan mengobrol cukup lama, bukannya langsung pulang gadis itu malah keluyuran sampai malam. Naya kini berada di taman kota. Gadis itu duduk di bangku sambil tersenyum ceria memandangi amplop coklat berisi uang yang ada di tangannya. Bang Gilang tadi memberinya uang, Naya tentu saja tidak menolak karena ini adalah pertama kalinya setelah mereka dewasa abangnya perhatian padanya. "Sayang banget kalau uangnya dibelanjain," guman gadis itu dan memilih menyimpan uang itu baik-baik, agar dirinya bisa selalu mengingat momen membahagiakanbhari ini. Naya mengeluarkan ponsel yang sejak tadi ia silent dari dalam tas. Gadis itu cukup kaget melihat banyak sekali pesan dan panggilan tidak terjawab dari mama mertua

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN