"seorang Ametta Sanders terlihat meneguk sebotol Wine termahal di dunia di depan umum"
"Ametta sanders berkendara sambil mabuk"
"Ametta Sanders terlihat keluar dari Hotel Walkers dalam keadaan Mabuk"
"Ametta Sanders Berkencan dengan seorang Billioner di Hotel Walkers"
"Skandal percintaan Ametta Sanders pemicu keributan di sebuah Club"
"Lagi lagi Ametta Sanders membatalkan kontrak Sepihak dengan beberapa brand ternama"
"Ameta Sanders berkelahi di sebuah Club malam"
"Ametta Sanders melakukan penganiayaan pada sesama Model"
"Ametta Sanders dengan segala ke bar-barannya, mengacaukan sebuah club malam"
Flip
Sebastian mematikan saluran televisi yang semua chanel berita berisikan tentang berita berita tentang kenakalan yang cucunya perbuat.
Brakkk
Dan kali ini melemparkan setumpuk majalah dan juga surat kabar yang juga memuat tentang Ametta Sanders dan menjadi sampul utama berita mereka.
"apa kau sedang memberontak atau memang sudah kehilangan akal sehat mu.?" tanya Sebastian dingin, saat ini Ametta lagi lagi duduk di sidang keluarga Sanders sebagi tersangka.
Entah untuk ke berapakali Sebastian mengumpulkan seluruh anggota keluarga hanya gara gara kelakuan cucu manisnya itu.
"Katakan, setan mana yang merasuki mu hah.?" sentak Sebastian membuat Ametta memijat pangkal hidungnya,
Entah dosa apa yang dulu dia perbuat sehingga mendapatkan seorang kakek seperti sebastian.
Bahkan sakit kepalanya akibat semalam belum hilang dan harus langsung mendapatkan ocehan dari kakekknya, sungguh pagi yang istimewa batin Ametta.
"apa kau benar benar ingin membuat nama baik keluarga Sanders hancur di muka publik akibat tingkah lakumu ifu"
"Kakek terlalu berlebihan" ucap Ametta lebih terdengar seperti gerutuan yang masih bisa sebastian dengar.
"apa kau bilang, berlebihan hah.?" ucap sebastian yang kini sudah berdiri dari dudukmya dan menghembuskan nafas panjangnya di akhir kalimat
"Devan Vano jika aku mati dalam waktu dekat salahkan anak dan keponakan kalian itu, aku benar benar sudah melihat malaikat maut mendekat kearahku saat mendengar tentang berita beritanya." ucap Sebastian terlihat lelah sambil memegang pelipisnya yang terasa mendenyut sedangkan ametta malah bersikap sebaliknya, dia berusaha menahan senyum saat melihat sebastian dalam keadaan seperti itu apalagi itu akibat dirinya.
"dad jangan terlalu menekan Metta, mungkin dia___"
"Mungkin dia apa, dia khilaf atau sedang dalam pengarung obat obatan.?"potong sebastian saat Devan hendak membela keponakannya itu.
"kau dan juga vano dan kalian semua terlalu memanjakan gadis itu, sehingga membuatnya semakin diluar kendali" bentak sebastian pada kedua anaknya dan juga felix yang memang ikut hadir untuk menyidang Ametta sedangkan reynal dan remond tidak bisa datang karena alasan rapat penting yang sebenarnya mereka terlalu bosan untuk mengadili sepupunya itu yang menurut mereka tidak akan ada habisnya.
Tapi semua yang dikatakan Sebastian benar, Ametta tumbuh dengan limpahan kasih sayang dari semua anggota keluarga sebastian karena merupakan anggota keluarga perempuan satu satunya, bagi devan dan vano ametta adalah anak gadis mereka yang cantik dan cengeng sedangkan untuk felix, Reynal dan Reymon, Ametta adalah adik mereka yang manja, dan juga menggemaskan meskipun Ametta sudah tumbuh dewasa ssperti sekarang mereka masih selalu memanjakan Ametta.
"Hah aku benar benar harus memercepat pernikahan kalian" gumam sebastian yang akhirnya mendapatkan respon ametta.
"never, I will never marry him" bantah Ametta langsung saat medengarjan keputusan sebastian
"apa kau tidak ingat keputusan kakek tidak bisa di ganggu gugat" ucap Sebastian titik tanpa koma.
Ametta melupakan pertemuannya tempo hari dengan Billioner itu, jika lelaki itu juga tidak akan menikahi dirinya, ya ide bagus batin ametta saat sebuah ide terlintas di otakknya.
"apa kakek akan tetap menjodohkan ku dengan lelaki yang bahkan tidak menerima pernikahan ini"ucap ametta membuat semua anggota keluarga menatap ke arahnya meminta penjelasan.
"apa yang kau maksud.?" tanya Vano
"Dad, lelaki angkuh itu, maksud ku billioner yang entah siapa namanaya, dia yang kakek sebut akan menjadi suamiku dia bahkan menolak pernikahan ini, aku sudah memastikannya sendiri, aku mendatanginya tempo hari di hotelnya, aku memastikan jika dia juga tidak ingin pernikahan ini terjadi"jawab Ametta dengan penuh keyakinan. Seakan mendapatkan jalan keluar untuk lepas dari remcana pernikahan konyol yang kakeknya buat.
"apa yang kau katakan.?" tanya sebastian sambil menatap tajam kearah Ametta, ametta bisa melihat kemarahan di mata Sebastian, dan gadis batinnya tersenyum puas menyadari hal itu, ametta yakin bahwa kakenya tidak terima cucu kesayangannya ini mendapatkan penolakan secara tidak terhormat seperti itu, batin Ametta senyum dngan puas.
"Kakek pasti sangat kecewa jika mendengar kata katanya secara langsung, dia bahkan menolak mentah mentah perjodoan ini, aku mendatanginya dengan baik baik dan untuk membicarakan pernikahan kami, tapi dia bersikap sangat tidak sopan dengan menolak seorang Ametta sanders" jelas ametta dengan raut wajah yang dibuat sesedih mungkin, ametta melirik ke arah sebastian dengan sudut matanya yang terdiam dengan penuh amarah, setelahnya pandangan Ametta tertuju pada felix yang melihatnya dengan halis terangkat seolah mencurigainya dan juga mencium aroma aroma drama yang dia mainkan, ah kadang Ametta harus memuji kepekaan kakak kandungnya itu karena Felix sangat tau bagaimana diri seorang Ametta luar dalam.
Ametta membalas tatapan felix seakan berkata "apa".?
Namun felix malah memutar bola matanya malas seakan bosan dengan sandiwara yang Adiknya mainkan itu.
Sebastian berdiri dari duduknya membuat pandangan Ametta kembali tertuju pada kakeknya itu, Sebastian mengambil ponselnya dan terlihat hendak menghubungi seseorang, dan ternyata benar, bahkan dengan sengaja sebastian menghidupkan spekerkm panggilan telponnya.
"Hallo, mr.Sanders, aku terkejut anda menghubungi saya, apa ada sesuatu yang terjadi.?"
Deg
Jantung Ametta mendadak berdegup kencang saat menyadari suara siapa yang berada di balik telepon itu, Ametta hafal betul bariton suara itu.
"ck kau masih saja memanggilku seperti itu boy, sudah aku katakan panggil aku seperti lelaki tua itu" kesal Sebastian membuat lawan bicaranya terkekeh
"Maafkan aku kakek, aku hanya bersikap sopan"
"Kau tidak bersikap sopan jika memanggilku seperti sebelumnya, bahkan aku mengenalmu dari kau lahir dan juga ikut membesarkanmu, jadi jangan bersikap formal terhadapku"
Ametta mengerutkan keningnya, tidak menyangka jika kakeknya bisa seakrab itu dengan lelaki itu.
"jadi apa kakek membutuhkan sesuatu.?" tanya James,
"Ya aku membutuhkan penjelasanmu, aku benar benar tersinggung dengan sikapmu itu james" ucap Sebastian membuat Ametta menyipitkan matanya, ternyata kakeknya tidak mempercayai perkataannya dan dia lebih memilih untuk menghubungi langsung lelaki angkuh itu, menyebalkan batin ametta.
"apa aku membuat kesalahan.?" tanya James seolah tidak mengerti dengan perkataan yang sebastian lontarkan
"tentu saja kau membuat kesalahan dengan menolak pernikahan dengan cucuku" ucap sebastian dan itu membuat Ametta tersenyum senang, akhirnya perjodohan ini tidak akan pernah terjadi, namun di luar dugaan Ametta mendengar James terkekeh di balik telpon.
"is she kidding.? I think she's fooling grandpa" jawab James dan Ametta masih mendengar sisa tawa dari bibir sialannya itu, ametta membulatkan matanya saat james dengan santainya berkata seperti itu.
"what do you mean.?" tanya Sebatian yang kini tengah menatap Ametta
"aku tidak menolaknya kek, mungkin dia salah sangka, tempo hari dia mendatangiku dan menawarkan perjanjian sebelum pernikahan, bukankah itu hal yang konyol untuk apa perjanjian sebelum pernikahan dilakukan, apa dia berfikir pernikahan antara keluarga kita ini sebagai lelucon, untuk itu aku menolaknya" jelas James membuat tangan Ametta mengepal dengan d**a bergemuruh Ametta berjalan cepat mendekat kearah sebastian
"He is lying, jelas jelas dia menolak pernikahan yang kakek buat" teriak Ametta sengaja agar lelaki gila di sebrang sana bisa mendenarnya.
Namun sebastian dengan tegas menganggkat tangannya agar ametta bisa diam dan menutup mulutnya itu.
"aku tidak berani untuk membohongi kakek, aku berkata jujur, aku bukannya menolak perjodohan iu aku hanya menolak rencana Ametta untuk membuat perjanjian konyolnya, aku menghargai pernikahan, bagiku itu sesuatu yang sakral kek" lanjut James membuat ametta benar benar ingin memuntahkan semua isi perutnya karena kata kata bualan yang James lontarkan
Ternyata dia pandai membual batin ametta
"Ya kau benar James, pernikahan sesuatu yang sakral dan hanya orang bodoh yang menganggapnya sebagai lelucon" ucap sebastian sambil menatap ametta seolah memberi sindiran terhadapnya.
"Ya aku minta maaf kek karena kesalah fahaman ini, aku juga rasa harus meminta maaf pada ametta karena saat aku menolaknya dia terlihat begitu marah, dan juga sebenarnya aku khawatir karena ametta pergi dalam keadaan sedikit mabuk,tadinya aku ingin mengantarkan nya pulang.___"
"Hentikan mulut sialan mu itu, kau benar benar pandai berbicar mr.walker, kau hemmmm hemmm___" sentak ametta kembali tidak terima semua tuduhan yang dia lontarkan namun lagi lagi sebastian menghentikannya.sebastian memberikan kode pada felix agar menghentikan teriakan gila adiknya itu, dengan sigap felix membekap mulut ametta dari belakang dan memeluknya erat, ametta meronta tidak berdaya dalam kurungan felix.
"Baiklah James maafkan tindakan bodoh metta, dia biar kakek yang urus"ucal sebastian sambil menatap tajam ke arah Ametta yng berada dalam kurungn felix
"Ya aku meminta maaf atas kesalah fahaman ini kek, tapi aku rasa biar aku saja yang membereskannya dengan Ametta, kami sudah sama sama dewasa, kakek dan grandpa tidak perlu khawatir" ucap James menenangkan dan Sebastian bisa bernafas lega karena dirinya sudah mengambil langkah yang tepat untuk menjodohkan ametta dengan James, sedangkan Ametta yang sudah mulai tenang merasa dirinya benar benar di bodohi
Dasar lelaki sialan, berani beraninya dia berkata se enaknya dan membodohi kakek, lihat saja pembalasanku batin Ametta yang sudah memendam dendam terhadap James.
"Lepaskan dia felix" ucap sebastian, dan Ametta menepis tangan kakanya itu dengan kasar.
"apa kakek lebih mempercayai bualannya dari pada omongan cucu kakek sendiri, aku berkata jujur, dia menolak pernikahan ini"
"Metta hentikan semua alasanmu itu, aku percaya pada james dan juga di lihat dari berita dan bukti yang beredar bukankah kau keluar dari hotel walkers dalam keadaan mabuk"ucap Sebastian
"itu, aku tidak mabuk aku hanya menenteng sebotol wine, aku masih sadar betul"
"lalu untuk apa kau melakukan itu, kau tidak memikirkan image mu sebagai seorang model dengan berkelakukan buruk"
"aku tidak peduli dengan tanggapan orang kek, selama itu ku hidup dengan cara yang kumau sendiri dan lihat buktinya aku masih bisa menjadi super model papan atas dengan cara ku sendiri, aku tidak ingin menjadi publik figure yang munafik, terlihat baik di luar tapi menyimpan kebusukan di dalam seperti lelaki itu" kesal ametta dengan nafas memburu jika saja James berada di dekatnya saat ini dia akan benar benar habis oleh kuku kuku panjang yang ametta miliki
"berhentilah bersikap kekanakan, kau tentu punya alasan keluar dari hotel walkers dengan keadaan mabuk bukan"tuduh sebastian kembali
"Kek sudah aku katakan aku tidak mabuk aku hanya sedang kesal dan marah"
"kenapa kau marah"
"tentu saja karena dia menolakku"
"menolak perjanjian bodoh mu"
"bahkan aku belum memberitahu isi perjanjian yang ku buat" jawab cepat Ametta karena merasa kesal diberikan tuduhan terus menerus dari kakeknya dan itu membuat lidahnya terpeleset, kalian pernah dengar lidahmu adalah harimaumu, ya seperti itulah posisi ametta saat ini.
Dia menyadari jika ucapannya tadi adalah boomerang untuknya.
"jadi benar kau membuat sebuah perjanjian"ucap Sebastian
"itu, itu__"
"cukup ametta, untuk itu aku lebih mempercayai ucapan James,"
"Kakek aku membuat perjanjian itu karena, kita tidak tau bagaimana pernikahan kami nantinya, apalagi pernikahan dengan perjodohan ini, kami tidak saling mencintai"
"Ametta cukup"sentak sebastian karena sudah mulai jengah dengan semua alasan yang cucunya berikan
"Kakek tidak mau tau, kau harus segera membereskan semua masalah kalian, apa kau tidak dengar yang James ucapkan, jadi kakek harap kalian bisa segera membereskannya"
" argghhhh fine aku akan akan membereskannya" pekik Ametta karena dirinya juga kesal menerima fakta bahwa kakeknya sendiri tidak mempercayainya dan malah memihak pada lelaki itu.
Ametta segera berbalik dan meninggalkan ruang keluarga ametta berjalan menaiki tangga namun sebelum kakinya menyentuh pada undakan pertama tangannya lebih dulu meraih sebuah guci besar yang beridiri tepat di ujung bawah tangga dan dengan sengaja mendorongnya sehingga membuat guci antik besar itu pecah seketika
Prannkkkkk
Suara gaduh itu menyita semua keluarga sebastian dan menggelengkan kepala, mereka hafal betul bagaimana sifat Ametta.
Sedangkan sebastian terduduk dengan perasaan lelah, seakan menyidang Ametta lebih berat baginya dari pada harus kembali melanjutkan bisnis Sanders di usianya yang sudah Lanjut.
"apa aku berbuat dosa pada tuhan, sehingga Dia menganugrahiku cucu cantik yang sangat luar biasa" gumam Sebastian sambil memijat pangkal hidungnya
"sudahlah kek, jangan terlalu memikirkan Ametta, kakek tidak inginkan rambut putih kakek itu mulai menipis" ucap acuh felix yang langsung mendapat tatapan tajam dari Vano sang ayah.
Sedangkan sebastian masih diam dan memijat pangkal hidungnya namun beberapa detik sebastian kembali menegakkan kepalanya dan kali ini menatap kearah felix dengan mata memicing.
Dan felix menelah ludahnya dengan susah payah, kali ini felix rasa dirinya yang akan menjadi korban selanjut nya.
"felix apa benar kau menyumbangkan $500ribu untuk sebuah panti asuhan.?"
Tanya sebastian membuat devan dan vano menatap ke arah felix dengan cepet
"sebanyak itu, kau yang menyumbangkannya.?" tanya vano tidak percaya
"apa itu sungguh kau yang berinisiatif.?"kali ini devan yang bertanya
Dan itu benar benar membuat felix serasa berada di posisi yang sama dengan Amettan
"sebenarnya aku sudah merencanakannya jauh jauh hari untuk menyumbangkan dana pada beberpa panti, hanya saja baru satu panti yang terlaksana" jawab felix di buat setenang mungkin
"satu panti saja kau menyumbang sebesar itu, lalu ada berapa panti yang masuk dalam catatanmu.?" tanya vano
"emm mungkin untuk saat ini fokus pada satu panti saja, lagi pula panti yang aku bantu itu memang sedang dalam kesulitan,dan____"
"dan kau juga berencana untuk mengambil alih kepemilikan panti di bawah naungan Sanders"potong sebastian
"Apa.??"dan langsung membuat devan dan vano kembali terkejut, pasalnya sejak kapan seorng felix berubah menjadi sangat amat dermawan
"Ya bukankah itu ide yang bagus kek, apa kakek keberatan dengan keputusanku.?"tanya felix
"Kau rela bersaing dengan Walker's untuk mengambil alih panti itu" lagi lagi fakta yang sebastian ungkapkan membuat kedua anaknya memekik tidak percaya
"apa..??"