"Kata-kata aku tadi loh, nggak tahu kenapa tiba-tiba sangat kelepasan. Mungkin sih gara-gara lagi emosi sama Kak Yoga," jelas Elsa sedikit malu dan bahkan kini dia menundukkan kepala. Andai saja waktu bisa diulang dan melupakan segalanya maka dia memutuskan untuk melakukan hal tersebut. Dia sadar bahwa lidah itu memang tidak bertulang, sehingga harus bisa menjaga kata-katanya, kalau tidak ya maka akan seperti ini jadinya. Untung saja Ana bukanlah seorang pendendam. Dia adalah orang yang paling malas berhubungan dengan masalah. Jika bisa memilih maka dia memutuskan untuk selalu bersikap netral. Akan tetapi dia seringkali ditekan oleh keadaan yang memang pada dasarnya tidak semua dirinya bisa melakukan sesuai dengan kehendaknya. Belum lagi kalau nanti terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

