Part 48

1823 Kata

Sementara di rumah, Arumi mondar-mandir sendiri bagai setrika. Dia menggigit kuku-kuku jarinya sebagai bentuk reflek rasa bingung dan khawatir. Sudah dua jam lebih dia menunggu orang tua, anak, dan sopir pribadinya yang tak kunjung datang. Ya memang sih mereka sudah memberikan kabar lewat pesan w******p, tapi yang menjadi masalah ketika seharusnya mereka sudah sampai di rumah. Apalagi mereka semua off, sehingga tidak ada yang bisa menanyakan kabar mereka. Pikirannya sangat kacau, dia sangat ketakutan, apalagi tidak ada orang yang menenangkan dirinya. Baik Bibi Sanah maupun Tumi tidak ada bedanya, mereka bertiga sama-sama panik dan khawatir. Bibi Sanah dapat merasakan apa yang majikannya rasakan, meskipun dia bukan dari bagian keluarga. Namun, kebersamaan dan kebaikan mereka setiap hari me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN