Part 49

2173 Kata

"Berdiri, Arumi! Nggak seperti ini caranya, Ibu nggak apa-apa kok," ujar Tumi seraya membantu Arumi untuk berdiri. Penyesalan memang selalu datang di akhir kejadian. Dia tidak menyangka kalau ternyata apa yang diucapkannya akan menjadi seperti ini, Arumi sangat merasa bersalah karena telah membuat Ibunya marah. Begitupun Tumi yang juga menyesal karena telah membentak Arumi. Mereka berdua saling berpelukan menumpahkan segala rasa penyesalan dan kekhawatiran. Tanpa terasa kini Tumi juga ikut menitikkan air mata membasahi kedua pipi. Dia langsung menghapuskan jejak air mata menggunakan punggung tangannya. Di sisi lain, Bibi Sanah sangat terharu melihat kedua majikannya kembali rukun dan saling menyayangi. Awalnya dia juga tegang karena takut melihat keributan antara anak dan ibu yang keduan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN