Bab 21: Gelang Mainan

1009 Kata

Kelas hampir dimulai, dan Amanda melirik jam di pergelangan tangannya dengan gelisah. "Kak Zeil, ngobrolnya lanjut nanti ya. Kelas kita udah mau mulai!" suaranya tegas namun sopan, memecah kebingungan sejenak. "Tunggu dulu!" Zeil menghentikan mereka dengan nada mendesak. Amanda berhenti, diikuti oleh Mira yang mengerutkan kening. "Kenapa, Kak?" tanyanya. Zeil mengulurkan ponselnya. "Aku minta nomor HP kalian," pintanya. Tanpa ragu, Mira dan Amanda mengetikkan nomor mereka, begitu juga Zeil yang memberikan nomornya. "Terima kasih ya, nanti aku hubungi kalian lagi," ujar Zeil dengan senyum puas. "Iya, Kak. Sama-sama!" sahut Mira, sebelum ia dan Amanda bergegas menuju kelas. Namun, langkah mereka terhenti sejenak ketika Mira bertanya, "Manda, kamu lihat gelang aku gak?" "Gelang?" Amand

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN