"Mas, kamu ngapain di sini?" Keluargaku yang mendengar diri ini berseru langsung melepaskan rangkulan dan mengarahkan tatapan mereka ke pintu. Siapapun pasti terkejut melihat lelaki berpakaian ala pengantin Melayu itu dengan tanjak yang masih terpasang di kepalanya. Dia menyusul kami! "Nak, apa yang kau lakukan di sini?" Tanya ayah terkejut semua orang tidak mampu menyembunyikan kekagetannya. "Aku terpikir perkataan anakku, Yah. Hancur hatiku ditolak oleh anak, aku tidak bisa fokus dan terus gelisah, Jadi aku minta izin pada keluarga agar bisa menyusul dan minta maaf pada Faris dan Fariza." "Benarkah? Kau meninggalkan puncak acara demi menyusul anak-anakmu? Apa kau yakin?" tanyaku. Lelaki itu tidak mampu membendung air mata dan hanya mengusapnya dengan ujung jemari. Dia tercekat, dan

