Kopi sudah Ellena letakkan di atas meja kerja sang atasan. "Silahkan diminum, Pak. Saya permisi dulu," pamit gadis itu dan sudah tidak sabar untuk segera meninggalkan ruangan. "Sebentar, El. Ada sesuatu yang ingin aku tanyakan padamu." Kening Elleana mengernyit. Biasanya pria ini akan menyuruhnya ini dan itu. Namun, hari ini lain karena justru Wisman ingin bertanya padanya. Entah apa yang ingin ditanyakan. "Apa yang ingin bapak tanyakan pada saya?" "Boleh aku tahu siapa nama Papa dan mamamu?" "Hah?" "Iya. Nama kedua orangtuamu. Aku ingin tahu." "Untuk apa bapak bertanya nama Abi dan Umi? Bukan untuk hal-hal yang tidak baik, kan?" "Ya, bukan. Ngawur kamu!" "Lalu untuk apa bapak ingin tahu segala?" "Untuk melamarmu," jawab Wisman dengan entengnya. "Apa, Pak?" "Kamu ini kenapa da

