WCA18-Wisman Datang Melamar

1231 Kata

"Duh, ganteng sekali anak Mama," puji Moza pada putranya yang malam ini begitu tampan dengan kemeja batik yang melekat di badan. Rambut disisir rapi, wajah yang putih bersih tanpa cambang yang biasanya menghiasi seputar pipi dan rahang. Sengaja Wisman mencukurnya tadi agar terlihat lebih rapi. Namanya juga mau bertemu calon mertua jadi harus totalitas tinggi. "Kenapa mama baru menyadarinya sekarang jika putramu ini sangat tampan." Wisman mulai menyombongkan diri yang terdengar di telinga Sakha dan pria paruh baya itu langsung menyela. "Darah siapa dulu yang mengalir di tubuhmu. Dasarnya papanya tampan jadi keturunannya pun ikutan tampan." Wisman mencibir ketika sang papa tidak mau kalah saingan dengannya. Moza mengulas senyuman. Memberikan tatapan memuja pada sang suami tercinta. "Kala

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN