"Kok Kak Cakar yang jemput?" tanya Amanda yang sudah mengerucutkan bibirnya sembari membuang napas kasar ketika melihat bukan Wisman yang menjemput di kampus sore ini. Gadis itu sudah di tahun akhir kuliahnya. Sedang menuju persiapan skripsi. Lelaki tampan yang kini bersandar di samping mobil mewahnya, dengan lengan kemeja yang sudah digulung sampai dengan siku, hanya menanggapi dengan senyuman semanis gulali. Tak peduli protes dari sang gadis karena dia ke sini atas permintaan sahabat karibnya. Siapa lagi jika bukan Wisman Rahardian. Kakak kandung Amanda Rahardian. Abai dengan tatapan terpesona dari para mahasiswi yang melintas di sekitarnya, karena kini fokus Cakra hanyalah pada Amanda. Membukakan pintu mobil untuk gadis itu. "Ayo, masuk!" Amanda menghentakkan kaki mendekat padanya.

