pertemuan

525 Kata
setelah selesai dengan aktifitas bekerja, langsung pulng untuk mandi, namun harus antri dulu karena banyak juga yang mau mandi setelah menunggu beberapa saat barulah aku dapat giliran untuk mandi, dan tak lupa ambil air wudhu untuk melaksanakan kewajiban ku setelah itu aku keluar diajak jalan untuk belanja sayuran kebutuhan untuk besok pagi "riel, yuk ikut aku" (Sal) "kemana lik" (fariel) tanyaku. lik itu panggilan disini untuk orang yang lebih tua dari kita "kepasar, belanja kebutuhan tuk besok" (sal) "iya lik, bentar" (fariel) akupun langsung bergegas mengeluarkan motor matic milik Pak Sal dan langsung bergegas pergi kepasar tak lupa pake helm kekita sampai dipasar, saat aku sedang memilih keperluan untuk dapur dengan Pak Sal ada seorang gadis yang seperti melihat kearahku dari tadi "apa dia sedang menatap ku dari tadi" (fariel) dalam hati setelah selesei, kami langsung keparkiran untuk pulng. Pak Sal jalan duluan menuju kesebrang jalan untuk membeli garam, dan menyuruhku menunggu disana 'menunjuk warung', namun aku bertemu dengan gadis yang sejak tadi melihat ku lalu aku beranikan diri untuk menyapa "ada yang bisa saya bantu" (fariel) "hmmmmm itu" (gadis) sambil mengerutkan keningnya "itu apaan, kalo ngomong yang jelas" (fariel) "motorku gak bisa hidup, kayaknya habis bensinnya deh" (gadis) "oh, terus masalahnya pasti gak bawa uang tuk beli bensin iyakan" (fariel) sambil senyum dan menggaruk kepalanya yang tak gatal "iya, soalnya dah habis uangnya tuk beli ini" (gadis) sambil malu-malu dan menundukkan kepala langsung aku mengeluarkan uang dan memberikan padanya "nih, apa segini cukup" (fariel) "apa ga repotin bang" (gadis) "gak kok, aman, ini ambil, apa mau sekalian saya bantu dorong motornya sampe depan kios bensin" (fariel) "gak usah, saya bisa sendiri" (gadis) "sini biar kudorong, kakak disini aja ya tunggu bentar" (fariel) langsung kuletakkan belanjaan ku "nitip bentar ya" langsung ku dorong motornya dan dan berpapasan dengan Pak Sal yang sudah menungguku "lah ditungguin lama bener, eh taunya dorong motor orang pula, motor sapa lagi ini" (Sal) aku hanya nyengir kuda sambil bilang "ada ibu-ibu kehabisan bensin, kasian kalau harus dorong sampe kesini, makanya kubantu" (fariel) "ohhh, ya dah sana cepet" (Sal) dan langsung aku ketempat pengisian, setelah terisi tak lupa bayar langsung balik ke tempat tadi "nih ka motornya, dah aman, dah ku isikan, kurasa cukup" (fariel) kumatikan motornya dan turun lalu mengbil barang ku "makasih bang" (gadis) "iya sama-sama" (fariel) aku langsung pergi, namun belum sempat aku gas motornya, dia narik tangan aku "iya ada apa lagi" (fariel) "ini gimana biar saya bisa ganti uangnya bang" (gadis) "gak usah di ganti" (fariel) "jangan gitu, aku gak enak, kalo gitu aku minta nomer HP nya boleh gak" (gadis) tanpa pikir panjang langsung ku sebutkan nomernya daripada lama, karena ada yang sedang menunggu di sebrang jalan, "makasih" (gadis) "iya, duluan ya" (fariel) dia hanya ngangguk, dan aku langsung pergi ketempat yang ditunggu Pak Sal tadi, "lama banget, ditungguin malah pacaran" ( Sal) "kagak pacaran, tadi itu minta nomerku dulu, gitu doang" (fariel) "ah masa" (Sal) kemudian gadis itu lewat dan menyapa "makasih bang" (gadis) "tuh kan bener, bilangnya ibu-ibu, taunya anak perawan, pantesan betah" (Sal) sambil jalankan motornya "masa iya ada yang butuh bantuan ga di tolongin, kan kasian" (fariel) akhirnya sampai di kos
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN