33-Malam Berbintang

1509 Kata

“Ini kita mau ke mana sih, Fif?” “Sudah diam. Sebentar lagi sampai.” Aku berjalan pelan dengan kedua tangan meraba ke depan. Aku tidak bisa melihat karena kain hitam yang menghalangi. Ini semua kerjaan Rafif. Sore tadi dia menghubungiku dan mengajakku keluar. Saat di perjalanan dia malah menutup mataku dengan kain hitam. “Sudah belum, Fif?” “Sebentar lagi.” Aku menggeleng pelan karena Rafif dari tadi bilang sebentar lagi. Aku merasa tidak ada suara bising yang terdengar. Aku mulai takut kalau Rafif akan mengerjaiku. Tapi mana mungkin dia tega mengerjaiku. “Aku buka, ya.” Mendengar ucapannya aku tersenyum. Kedua tanganku berada sisi tubuh, mempersiapkan diri untuk melihat kejutan Rafif. Tak lama dia melepas kain yang menutup mata. Aku memicingkan mata menyesuaikan sinar yang masuk ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN