“Terima kasih, Pak. Saya akan mencari judul lain dan mencoba berpikir lagi mengenai judul yang bapak sarankan.” “Iya. Temui saya kalau sudah mantap dengan judul pilihan kamu.” Aku tersenyum lalu pamit ke Pak Yunus. Aku berjalan keluar dengan bahu lemas. Sudah dua kali aku mengajukan judul tapi masih ditolak oleh Pak Yunus. Sekarang aku semester enam, seminggu yang lalu baru menyelesaikan magang. Sebenarnya magang masih semester tujuh tapi karena aku telah menyelesaikan semua mata kuliah, jadi bisa mengikuti magang. Aku berharap bisa lulus tiga setengah tahun seperti target awalku. Jika boleh jujur, sebenarnya ini karena kekuatan dari patah hati. Kadang orang yang patah hati akan punya kekuatan yang tak bisa diremehkan. Aku sudah merasakan itu selepas kepergian Panca, aku selalu membuat

