35-Memilihmu

2355 Kata

Selepas keputusanku beberapa menit yang lalu, Rafif mengajakku ke rooftop cafe. Bahkan Rafif menyewa lantai untuk kami berbicara. Terlihat berlebihan memang, tapi aku tetap menurut saja. Aku senang dengan perlakukan Rafif ini. “Kamu tahu nggak, mencintai kamu itu kayak pelangi.” Aku yang sedang menatap langit kelam menoleh, satu alisku terangkat. “Kayak pelangi? Filosofimu selalu seperti pelangi. Kamu suka pelangi?” “Dengarkan ucapanku dulu.” Aku mengangguk dan tidak memotong lagi ucapannya. Beberapa detik, Rafif belum bersuara. Aku menoleh dan menatap lelaki itu sedang menghela napas. Lalu dia menatapku dengan seulas senyum. “Cinta itu bagaikan pelangi. Dia akan indah dan terlihat setelah hujan datang,” jelasnya. “Namun, satu yang aku lupa. Pelangi tak bisa hadir di semua tempat sete

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN