12-Penyanyi Kafe

1444 Kata

“Zahya!” Aku menoleh ke sumber suara setelah mendengar ada yang memanggilku. Dari tempatku duduk aku melihat Rafif berdiri. Dia menatapku dan seseorang di sebelahku bergantian. Seketika aku mengikuti arah pandang Rafif. Aku melihat Panca juga menoleh ke Rafif, sama sepertiku. Perlahan aku bangkit dan meminta Rafif mendekat. “Sini, Fif!!” Rafif mengalihkan pandang dan terus menatapku. Keningnya masih mengernyit, entah apa yang sedang mengganggu pikiran lelaki itu. Meski begitu, Rafif berjalan mendekatiku sesuai permintaanku. “Kok kamu di sini, Fif?” tanyaku setelah Rafif berdiri di hadapanku. Perlahan Rafif tersenyum. “Tadi aku ke rumahmu. Kata Tante Verny kamu belum pulang. Terus Tante Verny minta tolong buat jemput kamu dari taman.” Aku merogoh ponsel, melihat jam telah menunjukkan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN