19-Rasa yang Pernah Ada

1433 Kata

Tidurku terganggu oleh sinar matahari yang dengan nakalnya menerobos masuk. Perlahan aku buka kelopak mataku. Seketika aku menutup mata dengan lengan. Matahari sepertinya sudah beranjak naik, dengan sinarnya yang menembus gorden kamarku. Setelah beberapa menit mengumpulkan nyawa, aku membuka mata. Aku menoleh ke jam dinding yang terletak di sebelah kiri. Waktu telah menunjukkan pukul sembilan pagi. Pantas saja sinar matahari menerobos masuk. Aku sedikit menggeliat, melepaskan otot pinggang dan kepalaku. Meski hari telah beranjak siang, aku masih mengantuk. Aku mencoba mengingat, apa yang semalam aku lakukan. Hingga aku ingat semalam menemani Panca. Setelah menemani Panca, lelaki itu mengantarku pulang. Kalau tidak salah, aku masuk kamar pukul sebelas malam. Hal yang aku syukuri karena o

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN