20-Dia yang Menghilang

1260 Kata

“Duh pusing gue!!” “Gue juga!!” Aku mendengar gerutuan dari teman-temanku. Ternyata bukan hanya aku yang merasakan pusing. Temanku lainnya juga. Hari ini, awal aku UAS. Dosenku memang keren sekali. Beliau hanya memberikan tiga soal. Sedikit, kan? Tapi jawabannya membutuhkan jawaban panjang. Bahkan mencakup semua materi perkuliahan. Aku berjalan keluar gedung, perutku telah keroncongan. Aku butuh makan siang untuk mengembalikan energiku. Tanpa sadar sudut bibirku tertarik ke atas. Sepertinya seru makan di kafe tempat Panca bekerja. Tidak sampai satu jam, aku telah sampai di kafe. Aku berjalan masuk, dan perhatianku langsung tertuju ke arah panggung. Tapi tempat itu kosong. Aku memutuskan duduk tidak jauh dari sana. Tanganku terangkat memanggil pelayan. Tak lama pelayan menghampiriku d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN