“Aku ditunjuk buat keluar kota, jadi kamu di rumah orang tuaku.” Gina memicingkan matanya “Kenapa harus di rumah orang tuamu? Memang aku nggak boleh ke rumah orang tuaku?” “Nggak bagus, kamu kesana tanpa aku.” Fierly memberikan alasan yang harus masuk akal. “Orang tuaku kangen sama cucunya loh, apa salahnya aku kesana? Mereka pasti paham nggak ada kamu, banyak kok yang pakai alasan begitu.” “Mereka yang pakai alasan begitu, tapi aku nggak. Kamu ke rumah orang tuaku, mereka kangen sama Putri. Istri itu harus nurut sama suami, bukan nentang begini.” Fierly melihat Gina semakin lama semakin berani membantah, pikirannya mengarah jika Gina harus ke rumah orang tuanya dimana mereka sudah menyiapkan sesuatu agar Gina nurut sama dirinya dan orang tuanya. “Kamu tega, mas. Aku sudah lebih dari

