“Mbak, bukannya ini Mas Fierly?” tanya Risa, adiknya yang terakhir. Gina mengambil ponsel Risa menatap yang ditanyakan, menatap kembali ponsel dimana terdapat foto Fierly dengan wanita yang dikenalnya dengan baik. Mengembalikan ponsel pada Risa, memikirkan kalimat yang tepat agar tidak curiga atas apa yang barusan dilihat dan diberitahukan padanya. “Bisa nggak cerita sama umi dan abi?” pinta Gina langsung. “Mas Fierly?” tanya Risa menegaskan lagi yang diangguki Gina “Bukannya ada acara kantor di Baru? Mbak gitu harusnya ikut aja bukan begini.” “Temannya itu, Liv.” Gina menutupi perbuatan Fierly. “Teman? Gandengan tangan, cium tangan, apalagi nanti? Mana ada teman begitu, mbak?” Risa menggelengkan kepalanya “Memang siapa dia?” “Teman, jangan ikut campur urusan orang dewasa.” Gina me

