Nao tidak bisa pulang karena Orion terus menempel padanya. Setelah menghabiskan segelas s**u hangat, lelaki itu berbaring di pangkuannya dengan tangan melingkar memeluk pinggang Nao. Lelaki itu bahkan tak segan merengek, meminta agar Nao tetap tinggal. "Nao." Perempuan itu menunduk, kemudian mengusap lembut pipi sang suami. "Aku di sini, Ori. Ayo tidur lagi," ujarnya berusaha menenangkan. Tanpa membuka mata Orion mengangguk. Sebelah tangannya bergerak menggenggam jemari Nao. Rasanya ia tidak ingin beranjak sedikit pun dari samping istrinya. Mual yang semula begitu dominan, lenyap begitu saja karena Nao. Orion bahkan bisa makan dengan lahap dan sanggup menghabiskan segelas s**u hangat buatan sang istri. Padahal, sebelumnya mencium aroma makanan saja sudah membuatnya merasa mual. Ajaib bu

