Sejak pagi-pagi sekali kakaknya sudah membuat kerusuhan di dapur. Alfa pikir sang kakak memasak untuk mereka sarapan, tetapi saat menghampiri meja makan, tak ada apa pun. Dengan kernyitan di dahi, pemuda itu melangkah ke arah dapur ingin melihat lebih dekat apa yang tengah dilakukan kakaknya. "Lho, Abang lagi ngapain?" tanya anak itu heran melihat Orion seperti tengah menikmati sesuatu dalam cangkir yang dipegangnya sembari menghadap ke luar jendela. "Mau?" Alfa meneguk ludah, dari yang tercium seperti paduan aroma khas gula jawa dengan santan. Sesuatu yang terdapat di dalamnya pun tampak lezat. Sang kakak tampak benar-benar menikmati setiap potongan sebesar dadu yang masuk ke mulutnya. Menyeruput kuahnya tanpa ragu. Cangkir itu mengepul, entah panas atau dingin. "Apa tuh?" "Kolak." "

