Sejak berlibur tempo hari, Nao tidak lagi diizinkan pergi ke luar. Kedapatan pulang diantar Orion saat itu langsung membuat papanya marah. Orion dimaki habis-habisan, nyaris diperlakukan kasar pula seandainya Nao tak langsung pasang badan. Sudah seminggu ini Nao dikurung di kamar. Pintu dibuka hanya saat sang mama mengantarkan makanan untuknya, atau menemaninya hingga tidur. Nao berusaha memahami kenapa ayahnya bisa berbuat sejauh ini. Nao tidak berkata jujur ihwal acara berlibur kemarin, jadi wajar kalau ayahnya semarah itu. Nao merindukan Orion. Mereka hanya sesekali bertukar pesan atau bercakap via sambungan telepon, meskipun tak pernah lama karena sang ayah terus mengawasi. Namun, ada hal yang membuatnya bahagia. Orion tak lelah memperjuangkannya. Setiap hari pria itu datang, terkad

