"Kamu teh enggak bisa seenaknya, A. Setelah mendapatkan semuanya terus pulangin anak Ibu gitu aja. Anak Ibu bukan barang. Lebih baik hari itu kamu enggak memulai, daripada berhenti di tengah jalan dan tetap membuat anak Ibu sakit pada akhirnya." "Yang meminta saya menikahi Yena saat itu siapa, Bu? Sebelumnya saya sudah menawarkan sesuatu yang menguntungkan kedua belah pihak. Saya bersedia membiayai kebutuhan Ibu, bahkan enggak keberatan seandainya Yena mau kuliah. Tapi, Ibu malah menyeret Bapak yang udah enggak ada dan menjadikan hilangnya kesucian Yena karena sebuah tragedi sebagai alasan untuk kami menikah." Nao mengusap bahu sang suami. Terlihat jelas bahwa Orion marah, mungkin bukan marah, kecewa tepatnya karena keluarga Yena habis-habisan memanfaatkannya. "Saya bisa aja lari, Bu. T

