Nyaris semua bertanya, apakah Nao baik-baik saja? Perempuan itu hanya tersenyum. Senyum yang justru memberi perih pada mereka yang melihat. Bagaimana tidak, di depan mata kepalanya sendiri sang suami lebih memilih mengejar perempuan lain. Pasti menyakitkan, bukan? Kemarahan Alfa tak terbendung. Pemuda itu langsung mencengkeram pergelangan tangan Nao, membawanya menjauh dari keramaian. Cukup sudah Nao menjadi tontonan dan dicederai harga dirinya karena ulah sang kakak. Mereka menatap Nao dengan tatapan iba, Alfa tidak suka itu. Nao tak bersuara saat Alfa meyeretnya menyingkir dari kekacauan. Anak itu membawanya ke area pantai yang mulai tampak sepi. Tepat di bibir pantai, Alfa melepas cengkeraman tangannya. Tak ada yang memulai pembicaraan. Dengan napas yang sama-sama terengah, keduanya

