Deon menantikan jawaban Gangika yang kini sedang malu-malu bak kucing dalam karung. Gadis di sampingnya malah menatap ke depan jalanan dan tidak berani bergerak di posisinya. "Santai aja, ka," tegur Deon membuatnya menoleh. "Aku cuma mau tau aja. Tapi aku serius lho, kalau kamu berkenan jawab." "Agh, kita mau kemana sih, Kak?" Deon tersenyum mengetahui Gangika mengubah topik pembicaraan mereka. "Makan siang dong." Gangika cuma ber oh ria, dan itu membuat Deon untuk tutup mulut. Ia tidak mau Gangika tidak nyaman akan ucapannya. Hanya keheningan dan suara kendaraan yang berlalu lalang saja mengantarkan mereka ke tempat di mana tempat makan yang dimaksud Deon adalah rumahnya. "Lho, ini di rumah siapa, Kak?" Wajah Gangika tampak panik dengan sigap mengedar pandangan ke sekeliling area

