"Sekarang?" Gangika mengangguk dengan bola mata tidak sabar mendengar jawaban Deon. "Sekarang? ya, karena itu tujuanku bawa kamu ke sini, Ka. Aku ingin ... memulai hubungan serius sama kamu. Aku ingin jatuh cinta kaya kamu yang kata kak Hori udah jatuh cinta sama aku pada pandangan pertama," balas Deon disertai senyuman. "Jarang-jarang lho, ada cewek yang jatuh cinta duluan sama aku." Gangika bersemu merah mendengar ucapan Deon dengan disisipi senyuman termanis yang belum pernah ia dapatkan dari lelaki yang kini memandangnya. "Kayanya disini panas ya, Kak," kata Gangika mengelak. Deon tertawa. "Iya, ya. Yuk, kita ke ruang makan sebelum mama datang lihat kamu udah kaya tomat." Gangika refleks menyentuh kedua pipinya yang memang terasa memanas. "Apakah benar semerah itu?" "Iya, ayo,"

