"Ka ... beneran mobil kamu tadi pagi mogok?" Mama Gangika mendekati sang putri yang sedang berhias di depan kaca meja rias. "Iya, Ma. Tapi udah diperbaiki di bengkel. Besok, kemungkinan Gangika baru bisa kesana ngambil, Ma. Kenapa, Ma?" "Gak apa-apa. Tadi, kakak kamu yang ngomong sama Mama, buat suru ganti mobil aja sama tipe terbaru. Lagian ... itu sudah tipe lama. Kamu nggak niat gitu?" Mama duduk di tepi ranjang menyaksikan sang putri berdandan tidak biasa. Masih tidak ingin mengalihkan topik, Mama Gangika menantikan jawaban putrinya lebih dulu meskipun rasa penasaran menyergap. Berbalik badan, Gangika mengulas senyuman pada sang Mama. "Gak usah, Ma. Gangika masih sayang sama itu mobil. Nanti aja kalau udah nggak bisa lagi digunakan. Itu juga masih bagus kok. Baru dua tahun pemakai

