"Deon?" Gangika benar-benar sangat terkejut mengetahui siapa yang membuat panggilan padanya. Kalau dibilang, dia seolah bermimpi saja. "Iya, Deon. Maaf ya, Ka." "So-soal?" "Agh, soal minuman tumpah tadi. Aku beneran nggak sengaja. Kak Hori terlalu buat aku gugup. Maaf, kalau kamu jadi nggak enakan soal kata-kata kak Hori." "Oooo soal itu. Nggak apa-apa kok." 1 detik .... 10 detik .... "Deon?" panggil Gangika memecah keheningan. "Iya, Ka?" "Agh, nggak apa-apa. Aku kirain udah nggak ada." "Soal perjodohan kak Hori, aku beneran minta maaf ya, Ka. Aku belon memikirkan ke arah sana. Jangan terlalu ambil ke hati. Aku cuma mau bilang ini sama kamu, Ka. Tolong jangan marah, ya. Setidaknya, aku mengenal kamu hari ini menambah teman baru." Senyum yang sempat terulas di wajah Gangika haru

