Leonard menggeleng dan mengulas sebuah senyum. "Tidak apa-apa, Ka. Kamu sendirian?" Gangika pun tersenyum seraya mengedikkan bahu. "Seperti yang kamu lihat, Kak. Aku sendirian. Bagaimana denganmu, Kak?" "Agh ... aku sendirian, tetapi aku sedang menunggu sepupuku. Dia sudah hampir tiba. Tapi sejak tadi tidak kelihatan batang hidungnya. Bagaimana? Apa kamu mau bergabung? Daripada sendirian." "Agh, apa itu tidak akan mengganggu kalian, Kak?" Leonard menggeleng dengan ekspresi mengejutkan. "Tentu saja tidak. Aku sangat terhormat kalau kamu mau bergabung dengan kami, Ka." "Wuah ... kalau begitu, aku tunggu pesanan kudatang dong, Kak?" "Nggak usah, Ka. Kakak aja yang ke tempat kamu. Kakak baru pesan teh doang." "Oooo ... oke, Kak." Mendapat kesepakatan, Gangika kini bersiap-siap untuk me

