Gino tahu kecemasan Anka kalau tinggal sama dua cowok yang nggak punya hubungan apa-apa. Dia masih trauma sama kejadian di rumah tantenya. Jafa aja yang jelas-jelas sepupunya hampir memperkosa Anka. Apalagi kalau orang itu bukan siapa-siapanya. Dia jadi makin was-was. Gino baik. Anjas, apalagi. Dua cowok itu memang sangat baik kepadanya, sudah seperti seorang Kakak laki-laki buat Anka. Tapi ya gitu, Anka masih takut aja. Kalau terjadi apa-apa di antara mereka gimana? Anka nggak mau kejadian malam itu terulang lagi. “Lo kunci deh tuh pintu rapat-rapat kalau lo takut diapa-apain sama kita,” sahut Gino seolah tahu apa yang ada di dalam kepala Anka. “Lo pacarnya Jona. Udah kita anggep adek sendiri. Mana mungkin gue sama Anjas mau ngapa-ngapain lo.” Anjas terkekeh di samping Gino. “Udah s

