Ali membuka pintu kamar Aisha perlahan. Mengintip di sela pintu yang terbuka. Pria itu mendorong pintu agar terbuka lebih lebar. Kemudian masuk ke dalam kamar Aisha tak lupa menutupnya kembali. Berdiri di samping ranjang besar itu, Ali mengamati istri dan anaknya yang sudah tenggelam di alam mimpi. Perlahan, Ali ikut membaringkan tubuhnya di samping Sisi dan Aisha yang tidur sembari berpelukan. Ali berbaring di samping Sisi. Memberanikan diri untuk melingkarkan tangannya di perut istrinya. Lalu menggenggam erat jemari tangan Sisi. Pria itu menyerukkan wajahnya di lekukan leher Sisi. "Maaf," bisiknya. Ali menggenggam jemari wanita itu begitu erat seolah takut Sisi akan lepas darinya. "Maafkan aku, Si. Maaf..." lirihnya. Ali mengecup pipi Sisi dengan lembut. Kemudian pria itu pun

