"Si, kamu gapapa, Nak?" Wanda menyenggol lengan Sisi yang berada di sampingnya. Sisi tersentak. Wanita itu menggeleng cepat sambil tersenyum tipis. "Gapapa Ma," ujarnya. Wanda menatap wajah pucat Sisi. Dia merasa ada yang berbeda dengan menantunya itu. "Kamu berantem sama Ali?" tebaknya. Sisi kembali menggeleng. "Nggak kok, Ma. Kami baik-baik aja," balasnya. "Bener?" Sisi mengangguk cepat. "Iya, Ma. Kami baik-baik aja." Wanda menghela nafas panjang mendengar jawaban Sisi. "Kalau memang ada masalah, bicarakan baik-baik. Mama yakin, kamu dan Ali bisa menyelesaikannya sendiri." Sisi terdiam mendengar nasehat Wanda. Benar juga yang dibilang mertuanya itu. Masalah harus dihadapi dengan kepala dingin. Dibicarakan baik-baik. Tidak harus dipendam sendiri. Wanda mengelus pung

