39. Butuh Waktu

2179 Kata

“Mas… makan malamnya dulu, abis itu baru lanjutin kerjanya.” Panggil Aya dari meja makan. Suaminya itu menoleh dari ruang tengah, menarik perhatiannya dari layar laptop yang sejak tadi ia pandangi tak habis-habis. Ini sudah hampir ujian akhir semester, maka dari itu Rizal tengah sibuk menyusun soal untuk para anak didiknya. “Bentar lagi, Ay. Dikit lagi, buat satu soal ini dulu baru—” “Makan dulu, Mas… Kamu udah di depan laptop berjam-jam dari tadi.” Aya mengulangi ucapannya, dengan suara yang lebih lembut di dengar. Rizal yang tadinya sudah hendak kembali sibuk dengan laptopnya akhirnya berhenti. Pria itu menoleh sepenuhnya kini, tersenyum ke arah sang istri yang menunggunya di meja makan. Rizal bangkit sambil mengangguk-angguk, menyerah berargumen dan tidak ingin membuang waktu hanya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN