“Pulang juga akhirnya kamu, Mas?” Aya keluar kamar dalam keadaan mengantuk. Tidurnya tiba-tiba saja terganggu saat mendengar suara gerbang garasi di buka dan suara mobil yang terasa begitu dekat dengan telinganya. Itu masih jam 4 pagi ngomong-ngomong, waktu yang sebenarnya tidak wajar untuk seseorang pulang jika memang Rizal kemarin malam menginap di rumahnya. “Hai, Baby. Kamu bangun? Gara-gara suara yang aku buat? Maaf, maaf. Aku pasti ganggu tidur nyenyak kamu, ya?” Rizal menghampiri Aya dengan raut wajah merasa bersalah, langsung menangkup wajah istrinya itu dan mengusap pipinya dengan ibu jari. Tentu sajas, tentu dahi Aya berkerut mendengar ucapan Rizal barusan. Baby? Sejak kapan Rizal memanggilnya begitu? Selama pernikahan mereka, panggilan sayang Rizal hanya seputar “Ay” yang itu

