Selesai Aya menutup sambungan teleponnya dengan sang ibu mertua, wanita itu kembali ketujuan awalnya untuk melaksanakan ibadah shalat subuh, meski terputusnya percakapan Aya dengan ibu mertuanya sedikit membuat Aya merasa ada sesuatu yang tak terkatakan dari sosok di seberang sana. Tapi Aya tidak mau terlalu memikirkan sesuatu yang belum pasti, apalagi baru berupa asumsinya saja. Selepas shalat, Aya melanjutkan pekerjaan rumahnya menunggu matahari benar-benar naik, menunggu di luar sana cukup terang untuknya menyiapkan sarapan. Wanita itu ke kamar mandi mengambil pakaian kotor yang ditinggalkan Rizal tadi, mengangkat pakaian suaminya itu hendak disatukan dengan pakaian kotor lainnya. Tapi begitu menyentuhnya, begitu Aya hendak memasukannya ke dalam ke ranjang, wanita itu merasa pakaian s

