51. Sudah Lebih Baik?

2167 Kata

Aya menutup mulutnya rapat begitu Rizal menaikan suara ketika menyebut namanya. Tatapan pria itu benar-benar terlihat kecewa. Marah bercampur kecewa, meski yang lebih besar terlihat jelas rasa kecewanya. “Sejak kapan kamu berpikir aku permasalahin soal itu? Sejak kapan kamu merasa semua itu salah kamu? Sejak kapan, Ay?” Aya membasahi bibirnya, mencoba untuk bersuara setelah suara tinggi Rizal beberapa saat lalu. “Aku, cuma—” “Itu salah, salah besar. Kamu tahu sendiri masalahnya nggak ada di kamu, nggak ada di kita. Terus kenapa kamu berpikir sejauh itu, hah? Kalau memang ada masalah bicarain sama aku langsung, jangan menerka-nerka apalagi cob acari jawabannya sendiri. Kamu tahu di mana letak masalahnya? Ini, pikiran kamu yang terlalu jauh ini yang bikin jawaban di kepala kamu juga keman

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN