Bisa dibilang, apa yang Aya dan Rizal lakukan beberapa waktu belakangan hanyalah mengesampingkan masalah yang terjadi sebenarnya. Sejak Rizal tidak dapat menjawab pertanyaan Aya waktu itu, keduanya sama sekali tidak berusaha untuk mengungkitnya lagi. Baik Rizal maupun Aya, mereka seolah merasa apa yang mereka ingin katakan sudah tersampaikan seluruhnya. Diterima atau tidak itu urusan masing-masing? Atau, entahlah… hanya diri mereka sendiri yang tahu bagaimana masalah itu terselesaikan atau tidaknya. Yang pasti, keseharian mereka kembali seperti biasanya, tidak benar-benar seperti sebelumnya yang tanpa masalah. Semua interaksi terlihat sama, tapi jelas tidak terasa sama. “Hari ini kamu mau fokus di lab lagi buat garap penelitianmu?” Tanya Aya melalui sambungan telepon. Wanita itu melirik

