56. Kencan Pertama

1057 Kata

"Teng kyu, Bebeb Wina!" Giko memelukku sangat erat hingga napasku terasa sesak. Aku memukul-mukul bahunya, agar dia segera melepasku. Namun, sia-sia. Dia benar-benar ingin mencabut nyawaku atau bagaimana? Setelah hampir membunuhku, dia dengan gemas mencium ubun-ubunku baru melepas pelukannya. Aku tersengal dan buru-buru meraup udara sebanyak-banyaknya. "Setan, lo! Lo mau bunuh gue?!" bentakku dengan mata melotot. "Duh, Win. Jangan mendelik gitu dong, ntar kayak Suzanna di Malam Jumat Kliwon, serem." Aku mendengus dan meliriknya dengan tatapan jengkel. Dasar manusia enggak punya ahlak. Baru juga menghirup udara bebas, Giko menarik tanganku sampai aku nyaris terjerembab. Astaga! Dia membawaku duduk di salah satu kursi restoran yang ... lumayan berkelas daripada restoran siap saji

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN