Cemburu. Pria yang memiliki mata teduh dengan dua alis tebal membingkai itu bilang cemburu. Aku lebih cemburu karena dia sudah hidup bertahun-tahun dengan wanita lain. Sementara selama itu aku menghabiskan waktu untuk men-stalking akun sosial medianya. Miris kan? "Aku mau mandi, gerah. Ngantuk juga. Kamu bisa pulang, kan?" Kepala Tama menjauh dari pundakku. "Kamu mengusirku?" tanya Tama dengan mata mengerjap. "Memang kamu enggak kangen sama aku? Kita seharian nggak ketemu loh. Pagi yang aku harap bisa berangkat kerja bareng kamu, malah kamu udah pergi duluan." Aku menarik napas lalu beringsut menatapnya. "Aku kangen sama kamu. Cuma malam ini dan malam kemarin kamu nyebelin. Jadi, aku males." Tama diam, tapi tangannya bergerak meraih tanganku dan menggenggamnya. "Jangan males. Itu c

