Davika berjalan – jalan di taman menikmati suasana musim gugur. Dedaunan kuning dari pepohonan jatuh berguguran dan terbang pelan mengikuti semilir angin pagi. Gadis yang kini merubah warna rambutnya dengan warna krem menadahkan tangannya dan mengambil daun yang berguguran. Bibirnya tersenyum kala melihat daun itu di tangannya. Dua tahun telah berlalu. Dalam kurun waktu itu, banyak yang sudah berubah dalam hidupnya. Fobianya kini telah tiada sepenuhnya. Dia kini makin menekuni dunia seni lukis dan musik. Menjadi salah satu mahasiswa dengan nilai yang baik di Universitas Sidney. Davika kini sudah berdamai dengan masa lalunya. Melupakan segala masalah yang terjadi di masa lalu dan berfokus untuk masa depannya. Namun, ada yang belum belum berubah pada Davika. Yaitu perasaannya pada Viko.

